{"id":1623,"date":"2022-04-01T01:11:15","date_gmt":"2022-04-01T01:11:15","guid":{"rendered":"http:\/\/linguistik.sps.upi.edu\/?p=1623"},"modified":"2022-11-25T01:11:30","modified_gmt":"2022-11-25T01:11:30","slug":"meluruskan-maulid-dan-selawat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/?p=1623","title":{"rendered":"Meluruskan \u201cMaulid dan Selawat\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Saat ini kita berada di bulan Rabiulawal, bulan ke-3 menurut takwim Hijriah. Menurut para ulama tarikh, pada tanggal 12 Rabiulawal Nabi Muhammad saw. dilahirkan di kota Mekah. Kelahiran dalam bahasa Arab disebut \u2018maulid\u2019. Oleh karena itu Rabiulawal oleh masyarakat Islam&nbsp; dikenal juga sebagai \u201cbulan maulid\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Dalam KBBI penulisan yang baku adalah \u2018maulid\u2019. Bukan \u2018maulud\u2019 atau \u2019mulud\u2019.&nbsp; Dengan demikian kegiatan memperingati hari kelahiran Nabi (Muhammad saw.)&nbsp; seharusnya dinamakan \u2018bermaulid\u2019. Jika diberi akhiran \u2013an menjadi \u2018maulidan\u2019. Bukan \u2018mauludan\u2019 atau \u2018muludan\u2019. Lema&nbsp; \u2018maulid\u2019 (<em>noun<\/em>) diberi penjelasan: hari lahir; tempat lahir; (peringatan) hari lahir Nabi Muhammad saw.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Salah satu kegiatan yang biasanya mengiringi kegiatan \u2018maulidan\u2019 antara lain berselawat untuk Nabi Muhammad saw. &nbsp;Dalam &nbsp;KBBI penulisan yang baku adalah \u2018selawat\u2019. Bukan \u2018solawat\u2019, \u2018sholawat\u2019 atau \u2018salawat\u2019. Lema \u2018selawat\u2019 (merupakan bentuk jamak dari&nbsp;<em>salat<\/em>) adalah: permohonan kepada Tuhan atau doa;&nbsp; doa kepada Allah untuk Nabi Muhammad saw. beserta&nbsp; keluarga dan para sahabatnya.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Pengertian selawat sebagai kegiatan berdoa (kepada Allah) yang diperuntukkan kepada Nabi Muhammad saw, keluarga dan para sahabatnya ini&nbsp; merujuk pada&nbsp;surat Al-ahzab ayat 56<em>:&nbsp;\u201cSesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat (berdoa) untuk Nabi (Muhammad saw.). Hai orang-orang yang beriman, berselawatlah (berdoalah) kamu untuk Nabi&nbsp; dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya .\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Berdasarkan rujukan tersebut, selawat adalah perintah Allah dan merupakan sebuah doa kepada-Nya. Oleh karena itu, sebagaimana lazimnya sebuah doa maka\u00a0 teks bahasa Arabnya diawali\u00a0<em>Allahuma,\u00a0<\/em>yang artinya \u201cSemoga Allah\u201d. Namun dalam kenyataannya kita sering mendengar sebagian umat Islam: pembawa acara, bahkan para ustad dan khotib, saat menyampaikan mukadimah menerterjemahan\u00a0 selawat untuk Nabi Muhammad saw. ini\u00a0 melesapkan atau menghilangkan frasa\u00a0<em>Allahuma<\/em>\u00a0atau \u201cSemoga Allah\u201d-nya.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Kita sering mendengar pernyataan seperti ini:&nbsp; \u201cSelawat dan salam marilah kita sampaikan atau curahkan atau limpahkan, kepada Nabi Muhammad\u2026\u201d Dengan demikian seakan-akan kitalah sebagai manusia yang menyampaikan selawat atau kesejahteraan kepada Nabi Muhammad saw. tersebut. Ada pula pernyataan seperti ini; \u201cSelawat dan salam semoga tercurah atau dicurahkan kepada Nabi Muhammad, \u201c Tidak jelas siapa subjeknya yang&nbsp; mencurahkan selawat tersebut.&nbsp;Kedua pernyataan tersebut tentunya tidak tepat.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Karena selawat merupakan&nbsp; doa dan bahasa Arabnya diawali oleh&nbsp;<em>Allahuma<\/em>&nbsp;maka terjemahan yang benar seharusnya: \u201cSemoga selawat dan salam oleh Allah disampaikan atau dicurahkan kepada Nabi Muhammad saw., kepada keluarganya, sahabatnya, dst\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Semoga penjelasan singkat ini dapat meluruskan kesalahkaprahan kita dalam memahami pengertian maulid dan selawat.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: <strong>Kholid A.Harras<\/strong><br><em><strong>Ketua Pimpinan Cabang Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Bandung<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Laman: <a href=\"https:\/\/kempalan.com\/2021\/10\/19\/meluruskan-maulid-dan-selawat\/\">Meluruskan \u201cMaulid dan Selawat\u201d \u2013 Kempalan.com<\/a> <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ini kita berada di bulan Rabiulawal, bulan ke-3 menurut takwim Hijriah. Menurut para ulama tarikh, pada tanggal 12 Rabiulawal &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1623"}],"collection":[{"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1623"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1623\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1624,"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1623\/revisions\/1624"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1623"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1623"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1623"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}