{"id":1630,"date":"2022-07-25T01:22:34","date_gmt":"2022-07-25T01:22:34","guid":{"rendered":"http:\/\/linguistik.sps.upi.edu\/?p=1630"},"modified":"2022-11-25T01:22:50","modified_gmt":"2022-11-25T01:22:50","slug":"pentingkah-linguistik-bagi-kehidupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/?p=1630","title":{"rendered":"Pentingkah linguistik bagi kehidupan??"},"content":{"rendered":"\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Berbicara\ntentang linguistik pasti di benak kita akan tersusun oleh kata-kata seperti\nucapan, kata-kata, bahasa &#8211; semuanya begitu terintegrasi ke dalam budaya dan\nkeberadaan kita sehingga hampir mustahil untuk membayangkan seperti apa hidup\nini tanpanya.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Bagaimana\nkita bisa berhubungan dengan siapapun tanpa kemampuan untuk mengekspresikan\ndiri secara verbal dan membagikan pemikiran kita kepada mereka?<\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Hal\nini mungkin terjadi jika kita melibatkan emosi atau memainkan emosi sebagai\nperan utama dalam komunikasi. Bagi saya, beberapa emosi terdalam dan\npengungkapannya berhubungan antar sesama dan yang paling berharga adalah yang\ntidak membutuhkan kata-kata. Hal ini dapat kita jumpai pada lagu-lagu dengan\nmelodi anggun yang memberi saya semacam kebahagiaan berbeda dengan kegembiraan\nyang didapat melalui lagu-lagu yang disertai oleh vokal. <\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Saat-saat\nhening dan hal-hal yang tidak terucapkan itulah yang dapat berdampak paling\nbesar pada suatu hubungan. <\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Ada\nsesuatu yang baru jika kita membayangkan kehidupan tanpa kata-kata \u2014 kehidupan\ndimana Anda tidak dapat disesatkan oleh labirin bahasa. Kata-kata dapat\ndigunakan dan manjadikan kita bingung, berbohong, menyesatkan &#8211; tanpanya,\nsatu-satunya hal yang tersisa bagi kita untuk mengkomunikasikan maksud dan\nkarakter kita adalah tindakan kita.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Satu\ntindakan dapat melukiskan gambaran yang lebih jelas tentang karakter seseorang\ndaripada seribu kata yang diucapkan.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Pikiran\natau kata-kata seseorang memiliki kekuatan yang tidak pernah mampu dipegang\noleh ucapan (lisan atau tulisan). Orang yang memiliki karakter kuat dapat\nmengetahui kapan sebaiknya tidak mengatakan sesuatu dan disisi lain dapat\ndengan tepat mengungkapkan sesuatu. <\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Kata-kata\ndan bahasa memisahkan kita \u2013 hal ini adalah penghalang yang dapat dibentuk\nseseorang kepada orang lain sehingga tidak dapat saling berhubungan lagi.\nSering kali kita memandang rendah orang-orang yang tidak dapat menggunakan\nbahasa dan kata-kata dengan benar. Kata-kata dan bahasa dapat digunakan untuk\nmenyakiti orang, dan membingungkan orang lain. Jika hal ini terjadi tentu akan\nmembuat luka dan membekas bagi orang lain. <\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Jadi,\napakah hidup tanpa kata-kata akan sulit?<\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Saya\npikir ada baiknya untuk dunia yang lebih baik \u2014 hal ini terjadi bagi\norang-orang yang &nbsp;membangun hubungan dengan\nsesame agar lebih bermakna dan menggunakan emosi pad konteks yang tepat&nbsp; yang didalamnya tidak ada kata-kata.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"color:#000000\" class=\"has-text-color\">Saya pikir pengalaman manusia bisa lebih intens, lebih dipikirkan, dan lebih berdampak jika kata-kata tidak digunakan. Ya, orang masih bisa melakukan hal-hal seperti kebencian dan kebohongan melalui tindakan, tetapi pikirkan betapa lebih sulitnya bertindak dengan cara ini daripada sekadar mengatakan atau menuliskanya. Dunia tidak akan berakhir jika masyarakatnya selalu terhubung oleh kesantunan dalam berkata.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh: Reny Rahmalina<br>Mahasiswa doktoral di prodi Linguistik, Universitas pendidikan Indonesia, Bandung.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berbicara tentang linguistik pasti di benak kita akan tersusun oleh kata-kata seperti ucapan, kata-kata, bahasa &#8211; semuanya begitu terintegrasi ke &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1630"}],"collection":[{"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1630"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1630\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1631,"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1630\/revisions\/1631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1630"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1630"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/linguistik-sps.upi.edu\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1630"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}