Paradoks Cita-cita dan Realita Pemuda di Masa Ada

Jika kita bertanya pada anak- anak yang masih di usia belia ihwal cita-cita. Barangkali kebanyakan dari mereka, kalau tidak mau dikatakan semuanya, akan sahut-menyahut, sambar-menyambar tanpa pikir panjang dan lebar menjawab dengan serampangan apa-apa saja yang terlintas di dalam benak mereka semaunya mereka. Mungkin sebagian besar mereka ingin menjadi “Presiden”, “Dokter”, “Guru”, “Profesor”, dan selainnya yang mana hampir semua cita-cita merujuk pada tokoh-tokoh besar yang mereka kagumi sesaat atau kenali sepintas.

Namun, adakah mereka menyadari secara terperinci “bagaimana caranya menjadi”. Nah, hal ini boleh diwajarkan kepada anak-anak yang masih dalam tahap pembentukan otak, pematangan logika, pertumbuhan fisik dan lain-lain. Tidak sama halnya kepada para pemuda yang tidak lagi di usia balita, mereka seharusnya telah mengetahui “bagaimana caranya menjadi”. 

Tidak sedikit pemuda juga muluk-muluk jika ditanya tentang cita-cita sekalipun mereka tidak memberikan jawaban segirangnya anak-anak. Para pemuda bercita-cita sangat besar, sangat mewah dan sangat mencengangkan sampai-sampai kita bergetar dengan apa yang dideklarasikan lisan mereka. Mungkin ini terinspirasi oleh sebuah pepatah lama yang masyhur di telinga kita yakni “Gantungkanlah cita-cita setinggi bintang di angkasa”. Tidak ada salahnya makna maupun maksud dari pepatah ini betapapun getir rasanya terkecap oleh lidah, terjangkau oleh mata dan terdengar oleh telinga. Tetapi “Tidak Ada Yang Tidak Mungkin Bukan?”.

Kita boleh bercita-cita bahkan sampai ke langit ke-7 asalkan sikap kita mencapai cita-cita tersebut sejalan dengan apa yang telah dicita-citakan. Contoh ringan, seseorang yang bercita-cita ingin langsing namun kegiatan sehari-harinya tidak jauh dari tempat tidur, di depan laptop dan aneka gawai berbelas-belas jam, makan berpiring-piring, kemanapun naik kendaraan, dan lain-lain semisalnya. Apakah ini dikatakan linier dengan cita-cita? Tidak! namun inilah yang disebut dengan Paradoks Cita-cita dan Realita. 

Seorang pemuda rupawan lagi mapan berkata lantang dengan dagu menjulang terpampang di hadapanku: “Saya akan menjadi seorang yang berilmu bak Profesor!”. Tidak ragu lagi menjadi seorang yang berilmu tidak hanya kebutuhan namun keinginan setiap insan yang otaknya masih waras, lurus, dan berfungsi normal. Hanya seseorang yang memiliki gangguan kognitif yang parah yang menafikan pentingnya ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan seorang Imam besar umat Islam yang begitu masyhur, Imam Ahmad ibn Hanbal (wafat pada tahun 241 H), dikatakan oleh Al-Imam Ibnul Jauzi dalam kitab Shaidul Khatir, telah hafal 750 ribu hadist. Al-Imam Ahmad (semoga Allah merahmati beliau) mengatakan bahwa manusia lebih butuh akan ilmu melebihi kebutuhan akan makan dan minum, dikarena makan dan minum hanya dibutuhkan dalam sehari satu atau dua kali. Sedangkan ilmu dibutuhkan setiap saat.

Benarlah pendapat tersebut! Kita butuh ilmu bahkan hampir di setiap helaan nafas kita, tidak hanya dalam belajar formal, informal, bermu’amalah sehari-hari dengan manusia sampai kita ke kamar kecil pun butuh ilmu. Begitu besarnya kebutuhan kita akan ilmu bahkan banyak dari kita ingin menjadi ahli Ilmu yang menjulang tinggi ke angkasa dan menghampar luas bak daratan dan samudra.

Ibnu Jauzi pernah berkata, “Seumpama saya berkata bahwa saya telah membaca 20.000 jilid kitab, hal ini benar adanya!. Bahkan, jumlah kitab yang saya baca lebih banyak dari itu karena sekarang ini saya masih dalam proses menuntut ilmu.” Ketahuilah bahwa jumlah buku yang telah ia baca tersebut adalah semasa ia masih berumuh dua puluh tahunan. Coba kita bayangkan berapa jam Sang Imam menyisihkan waktunya untuk membaca buku dalam sehari, barangkali 24 jam tidaklah cukup baginya dinisbahkan atas aktivitas kegemarannya tersebut.

Masih dalam buku yang sama, Al-Imam berceritra bahwa ketika dia di suatu perpustakaan melihat buku-buku yang dihadapannya seperti santapan yang lezat yang tanpa kesabaran ingin disantap. Pertanyaannya berapa banyak sudah kitab atau buku yang telah kita tamatkan sampai umur kita sekarang? 

Sisi yang kontradiktif dari kebanyakan yang bercita-cita untuk menjadi ahli ilmu adalah bagaimana sikap mereka masuk menuju goa ilmu dan mengambil harta benda yang tersimpan di dalamnya. Sikap maupun aktivitas maupun kegiatan dan seterusnya yang penulis amati dari kebanyakan pemuda yang mengatakan dirinya sebagai penuntut ilmu dan ingin menjadi ahli ilmu begitu tidak sejalan dengan apa yang ia impikan. Kita ambil contoh Imam An-Nawawi seorang ‘alim dan ahli hadis yang selama dua tahun belum pernah punggungnya merasakan nikmatnya terlentang di dipan tidur, ia tidur sambil duduk dengan ragam buku mengelilinginya. Ketika ia terjaga ia kembali ke buku, tidur sejenak lagi, terjaga lagi, dilanjutkannya membaca menulis dan lain-lain. 

Lihatlah begitu jauh ia dari kualitas tidur yang baik yang kata para medis harus delapan jam. Sungguhlah aneh mereka yang merasa senang dan sehat bisa tidur delapan jam sementara ia tidur dengan perut terisi dan otak yang menjerit kehausan dan kelaparan.

Penulis yakin dengan seyakin-yakinnya, telah terjadi kekeliruan dari fatwa para medis akan banyaknya waktu tidur ini. Kalau kita ikuti perkataan medis ini, maka habislah waktu malam kita untuk tidur, sehingga luput dari buku-buku bermanfaat, sholat malam, sahur puasa sunat dan lain-lain.

Apakah ada secuil saja aktivitas sang Imam (AnNawawi dan Ibnul Jauzi) dicontoh oleh para pemuda penuntut ilmu? Jawabnya tidak, sama sekali tidak! Bahkan dalam perihal tidur 8 jam pun belum cukup bagi mereka. Mereka terbangun subuh, sholat subuh dan lanjut murojaah mimpi mereka lagi (alias tidur tahap dua) sampai-sampai mereka melewatkan keberkahan pagi yang telah dijanjikan oleh Sayyidul Anbiya wa Rasul Shallahualaihi wa ‘ala alihi washohbihi wassalam. Nah inilah yang disebut sikap (attitude) dimana sikap ini yang akan menentukan hasil mereka nanti. 

Bak sebuah pepatah yang makruf di Indonesia yakni “Jauh panggang dari api” yang kurang lebih bisa kita katakan bahwa yang dikerjakan telah membelok jauh dari yang jadi cita-cita. Lebih tegas lagi bolehlah dikatakan yang diimpikan jauh dari kualitas diri, tidak menyebutkan mustahil namun mereka yang memustahilkan hasil yang ekspektasikan terjadi.

*)Oleh: Abul Faqih Andre Anugrah ibnu Jasman, Mahasiswa doktoral prodi Linguistik Universitas Pendidikan Indonesia, Juga berprofesi sebagai dosen, penerjemah, penulis, penyair dan kritikus sastra inggris.

Laman : Paradoks Cita-cita dan Realita Pemuda di Masa Ada – TIMES Indonesia

23 Comments to “Paradoks Cita-cita dan Realita Pemuda di Masa Ada”

  1. However, the Internet Age has allowed a new frontier of lenders to come into the scene.
    If the university has fine arts related programs,
    this will be an added advantage. What better
    way to reminisce about your childhood than by watching classic Christmas movies.

  2. I know this site gives quality based content and extra
    material, is there any other website which provides such information in quality?

  3. Hi, I check your new stuff on a regular basis.
    Your writing style is awesome, keep doing what you’re
    doing!

  4. Thanks for finally writing about > Paradoks Cita-cita dan Realita
    Pemuda di Masa Ada – Linguistik Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia < Liked it!

  5. Wonderful web site. Lots of useful info here. I’m sending it to a
    few buddies ans additionally sharing in delicious. And obviously, thank you for
    your effort!

  6. I’ve read some just right stuff here. Definitely price bookmarking
    for revisiting. I wonder how so much attempt you place to create the sort of excellent informative site.

  7. Generally I don’t learn article on blogs, however I would like to say that this write-up very compelled me to try and do it!

    Your writing taste has been amazed me. Thank you, quite great post.

  8. Very quickly this website will be famous among all
    blogging visitors, due to it’s good articles

  9. Nice post. I learn something totally new and challenging on sites I
    stumbleupon on a daily basis. It will always be useful to read content
    from other writers and use a little something from other sites.

  10. Іt’s the best time to make some plans for the
    futᥙre and it is time tto be happy. I have
    read tһis post and if I couⅼd I wish to suggest you sοome
    interesting things or advice. Perhaps yoս coud write next aгticles
    referring to this article. I desire to гead more things abouht it!

    Look into my web site – darmowe ogłoszenia dodaj

  11. Hi there it’s me, I am also visiting this website regularly, this website is in fact good and the viewers are genuinely sharing
    fastidious thoughts.

  12. Valuable information. Luchky me I found your site by
    chance, and I am shocked why this twist of fate diid not took place earlier!
    I bookmarked it.

  13. If some one wishes expert view about running a blog then i recommend him/her to pay a quick visit this blog, Keep up the pleasant work.

  14. Woah! I’m really loving the template/theme of this
    blog. It’s simple, yet effective. A lot of times it’s very hard to get
    that “perfect balance” between superb usability and visual appeal.

    I must say that you’ve done a excellent job with this.
    Additionally, the blog loads vry ffast for me on Safari.Superb Blog!

    web site

    Higher denomination machines are programmed with increased payout percentages just because every wager is higher.
    Card tables can hwve the nuber of seats diminished from six to 3.

    First, the correct strategy iss clearly to choose three numbers,
    or “spots,” on your card, as this provides the highest
    expected return potential of 92.96 percent. It depesnds on tthe
    casino and what they have to offer for his or her prospects.

  15. This paragraph gives clear idea in support of the new people of blogging,
    that really how to do blogging.

  16. Have you ever considered writing an e-book or guest authoring on other websites?
    I have a blog centered on the same topics you discuss and would
    love to have you share some stories/information. I know my visitors would enjoy your work.
    If you’re even remotely interested, feel free to shoot me an e mail.

  17. Hey there! I know this is kinda off topic however
    , I’d figured I’d ask. Would you be interested in exchanging links or
    maybe guest writing a blog post or vice-versa?
    My site covers a lot of the same topics as yours and I think we could greatly benefit from each other.
    If you’re interested feel free to send me an email. I look
    forward to hearing from you! Great blog by the way!

  18. I was suggested this web site via my cousin. I am now not certain whether or not this publish is written by him as no one else realize
    such special approximately my difficulty. You’re wonderful!
    Thanks!

  19. An impressive share! I have just forwarded this onto a coworker who had been doing a
    little homework on this. And he actually bought me breakfast simply because I stumbled upon it for him…
    lol. So allow me to reword this…. Thanks for the meal!!

    But yeah, thanks for spending the time to discuss this
    matter here on your web site.

  20. Heya i’m foor thee first time here. I found this board and I
    find It truly useful & it helped me out much. I hope to give something back and help others like you helped me.

    Here is myy homepage – praca od zaraz

  21. I was suggested this blog by way of my cousin. I’m no longer
    positive whether this submit is written through him as nobody else recognise such targeted approximately my trouble.
    You’re amazing! Thank you!

  22. It’s genuinely very difficult inn this ƅusy ⅼife to
    listen news on Television, so I only use tһhe web for that purpose, аndd
    obtain the hottest information.

  23. Wow, this paragraph is pleasant, my younger sister is analyzing these kinds of things, therefore I am going to let know her.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *