Muhammad Brilian, Retty Isnendes
Prodi Magister Linguistik, Universitas Pendidikan Indonesia
[email protected], [email protected]
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan kandungan makna leksikal tiap kata/frasa, nilai sejarah, hubungan
keduanya, serta unsur dan bahasa pembentuk, toponimi perkampungan tua di Kota Batam. Toponimi
merupakan salah satu cabang ilmu Onomastika yang mengkaji nama tempat. Adapun Perkampungan Tua
merupakan kelompok rumah, lingkungan, dan tempat tinggal penduduk asli Kota Batam yang telah ada
sebelum tahun 1970 dan memiliki nilai sejarah, budaya tempatan, serta agama yang dilestarikan. Hingga hari
ini, terdapat 37 titik kampung tua yang tersebar di 9 kecamatan dan 18 kelurahan di Kota Batam. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengamatan, pencatatan, dan wawancara. Prosedur
penelitian ini antara lain; mencatat, menganalisa, dan mendeskripsikan makna leksikal, nilai sejarah, hubungan
keduanya, serta unsur dan bahasa pembentuk toponimi perkampungan tua di Kota Batam. Sumber data berasal
dari berbagai situs daring resmi dan responden. Penelitian ini baru bisa menyajikan informasi dari 16 kampung
tua dikarenakan keterbatasan akibat pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada toponimi
kampung tua yang; a) memiliki makna leksikal dan berhubungan dengan nilai sejarah, b) memiliki makna
leksikal namun tidak berhubungan dengan nilai sejarah, c) tidak memiliki makna leksikal. Selain itu, ada 4
bahasa; Melayu, Jawa, Tionghoa, dan Indonesia serta 10 unsur yang membentuk toponimi perkampungan tua
di Kota Batam. Diharapkan hasil penelitian ini dapat berkontribusi dalam melestarikan nilai kebudayaan,
pendidikan, dan kearifan lokal masyarakat kampung tua di Kota Batam dan peneliti juga menyarankan agar
toponimi 11 kampung tua lainnya dapat dikaji.
Kata Kunci: batam, kampung tua, toponimi, onomastika, melayu

